Perjalanan Menuju Curug Cipurut Purwakarta yang paling Eksotis

Hai all…

.. Ini merupakan cerita pengalamanku dulu sewaktu liburan SMP tanggal 16 September 2016. Kira kira bertepatan dengan UTS akhir.

Dengan Tas hampir penuh, saya mulai berangkat dari rumah menuju tempat berkumpul teman-teman dan guru-guru.

Tempat wisata yang akan saya datangi kali ini yaitu menikmati indahnya Curug Cipurut. Curug ini merupakan tempat paling eksostis di Purwakarta. Salah satu kelebihannya yaitu Pemandangannya yang indah, bisa berkemah, dan air terjun yan sejuk tentunya. Harga tiket masuk Curug Cipurut Rp. 3000 (Dulu- 2016) dan sekarang Rp.5000 (2017-Sekarang).

Curug ini juga termasuk kedalam bagian Cagar Alam Gunung Burangrang yang dikelola oleh konservasi sunber daya alam Jabar l . (source wikipedia)

Saya dan teman-teman sudah berkumpul di terminal simpang, purwakarta (tempat yang sudah dijanjikan). Setelah mobilnya datang, saya dan rombongan khusus laki-laki menaiki mobil Truk sedangkan rombongan perempuan menaiki mobil pick up yang sudah di pesan guru-guru.

Kelebihan menggunakan mobil ini kita bisa melihat pemandangan secara langsung dan merasakan hembusan angin, tidak seperti bus yang hanya bisa melihat dari jendela saja. Lagian bus tidak akan pernah bisa sampai ke tempat curug cipurut ini soalnya jalannya kecil.

Jam 07.30 kami pun berangkat.

Di perjalanan, Jalan pertama yang dilewati yaitu rute wanayasa : situ wanayasa. Situ ini merupakan tempat wisata dan juga saingan dari situ buleud. (Hanya sekedar info)

Setelah melewati Situ ini, ada pertigaan arah jalan cagak dan arah bojong sawit. Si supir truk langsung saja belok kanan ke arah bojing sawit.

Kira-kira 1 km dari pertigaan, ada sebuah Gang masuk menuju Desa Sumurugul. Desa ini merupakan jalan utama menuju masuknya ke cipurut.

Semakin kedalam semakin kecil lebar jalan yang kami telusuri ini, sehingga kami harus berhati-hati.

Setelah sekian lama menelusuri jalan, belok kanan, belok kiri , menanjak, menurun akhirnya mobil kami dan para rombongan cewek berhenti juga.

Kami semua turun dari mobil.

Saya sempat terheran-heran melihat ke kanan ke kiri,

Dimana Curugnya?

Setelah menanyakan kepada guru saya ternyata curugnya masih jauh. Disini hanyalah tempat untuk parkir kendaraan dan persiapan bekal.

Baca ini juga:*

Setelah perbekalan siap, para rombongan laki-laki disuruh berangkat duluan.

Kita semua harus melewati jalan setapak yang jaraknya kurang dari 1 km (itu hanya perkiraan saya saja) agar bisa sampai ke curugnya. Ditengah-tengah jalan kami juga menemui warung-warung yang menjajalkan jajanannya.

Semakin kesana, terdengar suara percikan air.

“Wey … Kedeng Deui Geus arek Nepi … Ciganamah”. Kata saya kepada Teman-teman semua.

Dan benar, setelah capek berjalan kaki akhirnya kami sampai juga…. Huh melelahkan.

Sesampainya disana saya kabgsung membuka hp saya dan berselfie-selfie ria.

Fajar di depan air terjun curug cipurut

Tidak lupa saya membuka baju sweeter nike saya untuk dapat merasakan sentuhan air terjun curug cipurut.

About the Author: Fajar Bahari Pebrian

Nama saya Fajar dan saya adalah pengurus sekaligus penulis di blog ini. Semoga apa yang saya bagikan bisa bermanfaat untuk kalian semua.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *